spot_img

Balap Bakia, Permainan Tradisional dari Sumatera Barat Dimana Orang Berlomba Dengan Sandal Kayu

- Advertisement -

Portaldata – Banyak kegiatan yang dilakukan masyarakat dalam memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Salah satunya dengan berbagai kompetisi menarik yang juga memicu adrenalin.

Perlu diketahui bahwa masing-masing lomba tersebut sebenarnya memiliki nilai, makna, dan latar belakang sejarah yang kemudian menjadi alasan bagi masyarakat untuk menyelenggarakannya secara serentak, bersama, dan penuh suka cita. Misalnya lomba Balap Bakiak.

Bakiak biasanya berbentuk tongkat kayu panjang seperti kereta luncur dengan beberapa perosotan di atasnya. Game ini menguji kelincahan, kepemimpinan, kerja tim, kreativitas, wawasan, dan kejujuran.

- Advertisement -

Bakiak merupakan salah satu permainan tradisional. Bahannya terbuat dari kayu panjang seperti ice skating yang sudah dihaluskan dan diberi sandal di atasnya, biasanya untuk 2-3 orang.

Bermain bakiak biasanya dilakukan secara berkelompok atau beregu, dengan masing-masing tim berlomba untuk mencapai garis finis.

- Advertisement -

Ini adalah permainan dari Sumatera Barat. Anak-anak dari Sumatera Barat yang lahir hingga pertengahan tahun 1970-an, sering dan biasa memainkan permainan bakiak ini.

Bakiak atau yang sering disebut terompet galuak di Sumatera Barat adalah rangkaian terompet yang terbuat dari papan panjang yang diikat karet. Sepasang bakiak harus memiliki minimal tiga pasang sandal atau dimainkan oleh tiga orang anak.

- Advertisement -

Biasanya juga akan dilombakan di tingkat kecamatan dan desa pada tanggal 17 Agustus. Berbeda halnya dengan daerah Sumatera Barat, bakiak adalah sebutan di Jawa Tengah untuk jenis sandal yang solnya terbuat dari kayu ringan dengan tali kaki yang terbuat dari ban bekas yang dipaku dikedua sisinya.

Di Jawa Timur dikenal dengan nama Bangkiak.

Sangat digemari karena murah terutama di masa ekonomi sulit, sedangkan penggunaan kayu dan ban bekas membuat bakiak tahan air dan suhu panas dingin.

Diperkirakan bakiak atau bakiak terinspirasi oleh orang Jepang yang sudah menggunakan pohon palem kayu untuk geisha.

Istilah bakiak bukanlah bahasa asal Jawa tetapi berasal dari Cina. Karena asal muasal bakiak adalah dari Cina yang telah digunakan oleh para bangsawan wanita sejak Dinasti Han atau sebelumnya pada abad ke-2 SM, yang disebut Mu-ju, dan dalam dialek Hokkien menjadi Bak-kia.

Di Filipina, itu juga disebut Bakya.

Di Cina pada umumnya penggunaan bakiak sudah menghilang kecuali dilakukan oleh orang Cina Utara pada masa Dinasti Tang yang merantau ke Selatan yaitu tanah Hokkien, sehingga masyarakat yang disebut Tang-lang tetap menggunakannya karena murah dan tahan lama.

What’s your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Update

- Advertisment -spot_img

Travel

Teknologi