spot_img

Candi Jolotundo di Mojokerto

- Advertisement -

Portaldata – Pura Jolotundo dibangun oleh Udayana, raja dari Kerajaan Pendahulu Dinasti Warmadewa, Bali.

Di masa lalu, Raja Udayana menikahi seorang putri Dinasti Isyana dari Kerajaan Medang bernama Putri Gunapriya Dharmapatni.

Pada tahun 991 M, Raja Udayana dan Putri Gunapriya Dharmapatni dikaruniai seorang anak bernama Airlangga.

- Advertisement -

Candi Jolotundo merupakan wujud cinta Raja Udayana dalam menyambut kelahiran Airlangga. Maka pada tahun 997 M, Raja Udayana membangun Candi Jolotundo. Namun, ada sumber lain yang menyebutkan bahwa Candi Jolotundo adalah tempat pertapaan Airlangga setelah ia mengundurkan diri dari tahta Kerajaan Kahuripan dan digantikan oleh putranya.

- Advertisement -

Pada malam satu Suro atau satu Muharram saat bulan purnama bersinar, banyak orang mengunjungi Pura Jolotundo, terutama masyarakat Bali. Mereka datang untuk melakukan ritual dengan tujuan mengambil berkah, menyucikan diri, bahkan memandikan pusaka mereka.

Candi Jolotundo merupakan salah satu candi yang ada di Jawa Timur dan salah satu candi yang ada di Mojokerto, tepatnya di Dusun Balekambang, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas.

- Advertisement -

Lokasi candi dapat ditempuh kurang lebih 55 kilometer dari kota Surabaya. Akses jalan menuju candi dapat ditempuh melalui Trawas dengan menyisir lereng Gunung Penanggungan dengan medan yang cukup berliku. Candi Jolotundo juga dapat dicapai melalui Ngoro Industrial Park dengan akses jalan yang dilanjutkan dengan melewati pemukiman penduduk.

Secara geografis, Candi Jolutundo berada pada ketinggian kurang lebih 800 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan terletak di bukit Bekel, lereng barat Gunung Penanggungan.

Di sana, wisatawan disuguhi pemandangan alam yang hijau dan sejuknya udara pegunungan. Harga tiket masuknya Rp 10.000 untuk dewasa dan Rp 7.500 untuk anak-anak.

What’s your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Update

- Advertisment -spot_img

Travel

Teknologi