spot_img

Gerakan dan Fungsi Tari Gubang

- Advertisement -

Portaldata – Tari Gubang merupakan tarian tradisional yang berasal dari masyarakat Melayu Asahan.
Sesuai dengan namanya, Gubang berasal dari kata ‘gebeng’ yang artinya perahu.

Dahulu, tari gubang berfungsi sebagai sarana pemanggil angin (unsur gaib), yaitu semacam ritual memanggil angin untuk kegiatan nelayan. Selain fungsi magisnya, tari gubang merupakan tarian hiburan, yaitu sebagai hiburan untuk melepas penat bagi masyarakat pesisir setelah seharian mengarungi lautan lepas dengan berbagai tantangan.

Seiring dengan perkembangan zaman, fungsi tari gubang juga semakin berkembang. Saat tarian ini mulai dipentaskan, fungsi utamanya adalah sebagai hiburan bagi masyarakat nelayan. Selain itu berfungsi sebagai tarian penyambutan tamu dalam upacara adat masyarakat seperti hajatan, pernikahan, penyambutan tamu kehormatan dan juga proses pengobatan.

Gerakan Tari

- Advertisement -

Seperti dikutip dari Kompas dalam buku Tari Gubang Asahan (2016) karya Fariani, gerakan tari Gubang dapat dibagi sebagai berikut:

Gerakan masuk, tarian dimulai dengan penari wanita yang gerakan tariannya menggambarkan datangnya angin dan burung sambil menari melingkar. Sedangkan penari laki-laki yang masuk menggambarkan kegiatan para nelayan melempar jala dan mendayung perahu.

- Advertisement -

Gerakan berdoa, menggambarkan penghormatan terhadap tamu atau penonton yang dilakukan oleh penari wanita dan pria secara bersamaan. Pada saat ini, gerakan menundukkan kepala penari sebagai tanda hormat, lalu kembali lurus ke atas sambil kedua tangan saling bertemu di dada sebagai salam.

Bergerak maju mundur, setelah melakukan gestur hormat terhadap tamu, penari wanita dan pria berputar ke kanan dan ke kiri dengan goyangan riang dan lincah dari para penari.

Gerakan pertunjukan tambar, menggambarkan membawa jambar atau nampan berisi hidangan untuk disajikan kepada tamu undangan. Gerakan melayah, gerakan yang menggambarkan pembagian jambar kepada tamu undangan. Dalam gerakan ini, penari berputar mengelilingi penari lainnya.

- Advertisement -

Gerakan san tabik, gerakan mengundang tamu undangan untuk menyantap hidangan yang telah disediakan. Gerakan merajut jaring dan menarik pedang, penari wanita melakukan gerakan merajut jaring untuk menggambarkan keuletan dan kelembutan wanita. Sementara itu, mencabut pedang oleh penari laki-laki menggambarkan kegagahan laki-laki dalam hidup.

Gerakan angka delapan, menggambarkan bolak-balik dan kesibukan dalam melayani tamu undangan, mulai dari menyajikan makanan hingga tamu selesai makan. Penari melakukan gerakan melingkar dengan sesama penari, untuk menggambarkan melayani tamu undangan.

Gerakan maju mundur yang kedua, menggambarkan penari mengecek kembali para tamu apakah semua sudah menyantap hidangan yang telah dihidangkan. Obeisance, gerakan penutup yang dilakukan oleh penari dengan memberikan penghormatan kepada tamu undangan dan mengucapkan terima kasih. Kemudian semua penari meninggalkan tempat itu.

What’s your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Update

- Advertisment -spot_img

Travel

Teknologi