Jumat, Oktober 22, 2021
spot_img

Kader HMI Menantang KPK Untuk Mengusut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Anggaran DAK senilai 39 M Di kab. Enrekang Sul-Sel

spot_img
spot_img

Jakarta, 29 Agustus 2021 – Sudah bertahun-tahun melakukan penyidikan, Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) belum juga menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyimpangan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp.39 Miliar di Kabupaten Enrekang Sulawesi-Selatan. Wiranto selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koorkom UBK Cab. Jakarta Pusat-Utara mengatakan bahwa belum adanya tersangka dalam kasus tersebut, menandakan bahwa Kejati sulsel sebagai lembaga penegak hukum kehilangan taring dan tidak lagi bekerja secara profesional.(Jakarta 29/8/2021)

Diketahui bahwa Selasa, 27 Agustus 2019 bidang pidana khusus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) telah resmi meningkatkan status kasus dugaan penyimpangan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp39 miliar di Kabupaten Enrekang ke tahap penyidikan. Peningkatan status penanganan kasus DAK Enrekang tersebut, setelah melalui proses ekspose yang berlangsung selama tiga jam.

“Saya beranggapan bahwa dalam penanganan kasus ini ada dugaan kongkalikong dan main mata sehingga tidak ada progres, bahkan sudah lama naik ke tahap penyidikan akan tetapi sampai sekarang belum ada tersangka yang ditetapkan padahal bukti lapangannya jelas-jelas ada, dengan kasat mata pembangunan tersebut gagal total dan tidak mempunyai azas kemanfaatan bagi masyarakat secara luas. Artinya Kejati sulsel kehilangan taringnya dalam membongkar dalang intelektual dibalik kasus ini, oleh karna itu kami mendesak Kepala Kejaksaan Agung untuk mengevaluasi bahkan menggantikan kepala kejaksaan tinggi sul-sel,” Tutur Wiranto

Ia berharap dan meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera mengambil alih dan menangani kasus dugaan korupsi tersebut.

“Kejati sulsel gagal dan tidak mampu dalam menangani kasus dugaan korupsi penyimpangan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp.39 Miliar di Kabupaten Enrekang Sulawesi-Selatan, untuk itulah kami meminta dan Menantang bapak firli Bahuri selaku ketua KPK RI untuk mengambil alih dan menyelesaikan kasus tersebut Serta memanggil Bupati Enrekang untuk dimintai keterangan.” Tegas Wiranto

Memberantas korupsi sudah menjadi Tugas dan tanggung jawab KPK. Saya sebagai putra asli kabupaten Enrekang sangat bangga dan mengapresiasi komisi pemberantasan korupsi (KPK), jika mampu dan berhasil mengusut sampai tuntas kasus Dugaan korupsi tersebut, Tutur wiranto

Sekadar diketahui, Dana Alokasi Khusus (DAK) bantuan Pemerintah Pusat senilai Rp39 miliar ke Pemkab Enrekang, anggaran tersebut untuk membiayai proyek pembangunan bendung jaringan air baku Sungai Tabang yang berlokasi di Kecamatan Maiwa, Kabupaten Enrekang, Sulsel. Anggaran DAK tersebut kemudian dimasukkan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Enrekang di tahun anggaran 2015.

Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 36 tahun 2015 sudah jelas mengatur tentang peruntukan anggaran DAK, namun dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Enrekang (Pemkab Enrekang) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Dinas PUPR) Kabupaten Enrekang memanfaatkan anggaran tersebut dengan kegiatan yang berbeda. Yakni anggaran yang dimaksud digunakan membiayai kegiatan irigasi pipanisasi tertutup dan anggarannya pun dipecah menjadi 126 paket pengerjaan, hal inilah yang saya duga sebagai bentuk penyalahgunaan wewenang maupupun anggaran.

Selain itu, 126 paket pengerjaan yang dibiayai menggunakan anggaran DAK tersebut juga diduga fiktif. Dimana ditemukan beberapa kejanggalan. Diantaranya proses pelelangan, penerbitan Surat Perintah Kerja (SPK) hingga Surat Perintah Pencairan Anggaran (SP2D) dari kas daerah ke rekening rekanan, lebih awal dilakukan sebelum tahap pembahasan anggaran.

Proses lelang hingga penerbitan surat perintah pencairan anggaran dilakukan pada 18 September 2015. Sementara pembahasan anggaran untuk pengerjaan proyek hingga pengesahannya nanti dilakukan pada tanggal 30 Oktober 2015.

Postingan Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Teknologi

- Advertisment -spot_img

Travel

Sejarah