spot_img

Studi vaksin Covid ke Oil Inia: Target di bawah serangan dunia maya

- Advertisement -

Dari pusat penelitian vaksin Covid hingga entiransel perbankan serta keuangan hingga perusahaan besar PSU Oil Inia Limited — aneka macam lembaga berada di bawah serangan siber selama dua tahun pandemi, Letjen (Dr) Rajesh Pant, koordinator keamanan siber utama negara itu, mengatbakal kepada The Ekspres Inia.

Sementara serangan-serangan ini “sukses digagalkan,” kata Letnan Jenderal Pant, ini telah menggarisbawahi perlunya kewaspadaan terus-menerus serta kerja sama global.

Pekan lalu, Lok Sabha digosiphu bahwa ada 674.021 serangan dunia maya di negara itu tahun ini hingga Juni — hampir 3.700 serangan dunia maya sehari, menjsaudara termudaan Inia selaku negara ketiga yang paling terkena dampak serangan jaringan di dunia.

- Advertisement -

Memperluas hal ini, Letjen Pant, Koordinator Keamanan Siber Nasional di Sekretariat Dewan Keamanan Nasional (NSCS), mengatbakal bahwa kesehatan serta perbankan termasuk di antara sektor yang paling terpukul.

Letnan Jenderal Pant mengatbakal serangan April 2022 terhadap Oil Inia di Assam ialah salah satu insiden serangan ransomware “paling serius”. “Ada lebih dari 200 komputer Oil Inia yang dienkripsi selama serangan serta operasi Oil Inia terhenti selama hampir seminggu.”

- Advertisement -

Uang tebusan Rs 120 crore dimeminta, dalam Bitcoin, dari Oil Inia, dengan ancaman bakal digandbakal. Tidak ada negosiasi atau pembayaran, kata Letjen Pant.
Letnan Jenderal (Dr) Rajesh Pant
PSU melanjutkan operasinya dengan beralih ke perangkat lunak lain serta juga mempekerjbakal perusahaan keamanan siber AS untuk menolong mengembalikan operasi ke jalurnya.

Ada peningkatan besar dalam serangan malware serta di antara target tersebutt setaknya ada setengah lusin insiden pada waktu pusat penelitian vaksin Covid serta lembaga yang melaksanbakal studi aksejukis perihal imunisasi menjadi sasaran.

Kebetulan, di Inggris serta Jerman, juga, pusat penelitian serta distribusi vaksin berada di bawah ancaman dunia maya yang berkelanjutan.

- Advertisement -

Di sektor perbankan serta keuangan, tiga bulan terakhir telah melihat beberapa serangan malware serta ransomware, kata Letnan Jenderal Pant, bagus di bank swasta maupun koperasi.

Sementara ia menolak untuk mengidentifikasi bank-bank ini, ia menegaskan bahwa serangan telah “dinetralkan” serta login selaku “insiden keamanan siber” dengan CERT-IN (Tim Tanggap Darurat Komputer Inia). Angka tahun lalu untuk insiden tersebutt ialah 1.402.809 serangan.

Permemintaan tebusan dalam mata uang digital, sebagian besar Bitcoin, ialah pola lazim setelah serangan dunia maya, Letnan Jenderal Pant menterperincikan.

Ada juga “ratusan” insiden spoofing email baru-baru ini di National Informatics Center (NIC) telah dilaporkan tetapi tak ada pelanggaran besar yang terjadi, katanya.

Letnan Jenderal Pant mengatbakal bahwa seni manajemen keamanan siber nasional barangkali bakal segera dilazimkan serta selain itu, Pusat Perlindungan Infrastruktur Informasi Kritis Nasional serta I4C (Pusat Koordinasi Kejahatan Dunia Maya Inia) telah dibentuk. “Kami bekerja melalui beberapa lembaga,” katanya.

What’s your Reaction?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan

Update

- Advertisment -spot_img

Travel

Teknologi